Selasa, 16 Mei 2017

TUGAS FOTOGRAFI 7





POTENSI WISATA ANTI MAINSTREAM DI KOTA BENGKULU




 
TAMAN WISATA ALAM PANTAI PANJANG  BENGKULU





Taman wisata alam pantai panjang merupakan salah satu destinasi wisata yang ada di Kota Bengkulu. Taman wisata alam ini terletak tidak jauh dari kawasan Pantai Pasir Putih yang masih merupakan bagian dari Pantai Panjang. Walaupun jumlah pengunjung dari tempat wisata ini tidak sebanyak tempat-tempat wisata lain seperti halnya Pantai Zakat, Tapak Paderi, dll namun taman wisata ini juga memiliki potensi dan keindahannya tersendiri. Bagi anda yang lebih menyukai aktifitas outdoor dan menyatu dengan alam maka destinasi wisata ini lah yang paling cocok untuk anda.



Kita dapat menikmati suasana sejuk dan asri dari pepohonan yang tumbuh tinggi disekitaran taman ini. Jika ingin bersantai sembari menikmati udara khas pepohonan yang sejuk baik bersama teman-teman maupun keluarga kita bisa ber-camping ria dan memasang hammock dengan cara mengikatkannya ke dahan pohon yang ada disekitaran lokasi tersebut. Cukup dengan membayar biaya restribusi sebesar 5 ribu rupiah saja kita bisa bersantai dilokasi wisata ini sepuasnya.


Lokasi   : Taman wisata alam pantai panjang
Kamera :  Canon EOS 600D





PUSAT PENJUALAN IKAN KERING PANTAI MALABERO




Bagi masyarakat daerah yang terletak dikawasan pesisir pantai pasti bukan hal yang susah untuk mendapatkan beragam hasil laut yang melimpah. Hal itulah yang membuat masyarakat dikawasan Pantai Malabero yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan memanfaatkan hasil laut tangkapan nya tidak hanya dengan memperjual belikannya dalam bentuk hasil tangkapan yang segar saja tapi juga dalam berbagai olahan lain. Masyarakat kawasan Pantai Malabero ini mengolah hasil-hasil laut tangkapan mereka menjadi kering sehingga lebih tahan lama dan dengan citarasa yang lebih nikmat.


Kawasan Pantai Malabero bisa dibilang sudah cukup terkenal sejak dulu sebagai pusat dari produksi dan penjualan berbagai jenis ikan asin. Di sepanjang jalan kita dapat dengan mudah menemukan kios-kios kecil yang menjual berbagai jenis ikan dalam bentuk olahan kering. Dengan kisaran harga dari 40- 100 ribuan rasanya akan setimpal jika dibandingkan dengan kenikmatan dari ikan- ikan asin tersebut.


Lokasi   : Pantai Malabero Bengkulu
Kamera : Canon EOS 600D

Selasa, 09 Mei 2017

TUGAS FOTOGRAFI 6




FOTO SPORT





Dalam foto diatas tampak dua orang laki-laki sedang bermain bola basket. Basket sendiri adalah salah satu cabang olahraga yang bisa dimainkan oleh siapa saja dan dimana saja. Bermain basket tidak hanya dapat membuat badan menjadi lebih sehat, tetapi juga melatih kita untuk lebih menjadi sportif.

Lokasi : Sport Center Bengkulu
Kamera : Canon EOS M3




FOTO DAILY LIFE





Dalam foto diatas tampak pemandangan dimana satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan dua orang anak sedang bermain-main ditepi pantai. Hal tersebut menunjukkan bahwa peran orang tua dalam membimbing anak-anak ketika bermain sehari-sehari sangatlah penting.

Lokasi : Pantai Panjang Bengkulu
Kamera : Canon EOS M3


Selasa, 25 April 2017

TUGAS FOTOGRAFI 5 ( #FOTO ESSAY )




 MAIN YUK !

Masa kecil adalah saat-saat dimana kita masih bisa melakukan apapun yang kita mau tanpa adanya beban pikiran. Permasalahan terberat dalam hidup pun rasanya hanya sebatas marah dan kesal karena tidak diijinkan main keluar bersama teman-teman dan harus tidur siang. Pura-pura masuk kamar lalu akhirnya kabur agar bisa main lagi dengan teman-teman dan diomeli orang tua ketika pulang kerumah disore harinya sudah jadi makanan sehari-hari. Kalau mengingat kejadian-kejadian tersebut pasti saja selalu muncul pikiran "Ah, betapa nakalnya aku dulu." Tapi jika dipikir-pikir lagi, berbagai kenakalan yang dilakukan anak-anak dulu rasanya jauh lebih masuk akal jika dibandingkan dengan sekarang. Berbagai kemajuan teknologi yang ada saat ini malah membuat anak-anak jaman sekarang terlalu fokus dan lebih suka bermain dengan teknologi yang ada sehingga melupakan esensi sesungguhnya dari bermain itu sendiri.


Lokasi : Pantai Panjang Bengkulu
Kamera : Canon EOS 600D 

Tampak seorang anak sedang menaiki kereta-keretaan. Dengan ini terbukti bahwa pada masa kemajuan teknologi seperti saat ini anak-anak masih bisa bermain tanpa harus selalu ketergantungan pada permainan-permainan yang ada pada gadget orang tua mereka.




 Lokasi : Pantai Panjang Bengkulu
Kamera : Canon EOS 1100D

Kedua anak tersebut sedang asik bermain bersama-sama, dengan begitu tanpa disadari kemampuan bersosialisasi anak-anak dengan teman-temannya pun akan terbangun dengan baik. Anak akan terlatih menjadi jauh lebih berani dan percaya diri ketika berhadapan orang-orang baru dilingkungan sekitarnya. Namun hal tersebut akan berbanding terbalik dengan anak-anak yang sudah terbiasa main hanya dengan gadget saja. Mungkin mereka memang jauh lebih pintar dalam hal teknologi, namun itu semua tidak bisa menjamin kemampuan bersosialisasi mereka.




 Lokasi : Pantai Panjang Bengkulu
Kamera : Canon EOS 1100D

Dalam foto diatas tampak seorang anak sedang menikmati bermain pasir di pantai. Tidak peduli akan baju dan celana yang basah karena air laut, maupun kaki dan tangan yang kotor karena pasir, ia tetap saja bermain dan menikmatinya. Dengan terbiasanya seorang anak bermain dan menyatu dengan alam maka pelan-pelan akan terbangun rasa cintanya akan alam semesta.

TUGAS FOTOGRAFI 5 ( #FOTO SERI )




PERMEN KAPAS

Permen kapas atau yang biasa juga disebut arum manis merupakan salah satu jajanan khas yang pastinya selalu mengingatkan kita akan masa kecil. Jajanan yang biasanya dijual dengan kisaran harga 10-15 ribu rupiah tergantung dengan ukurannya ini masih saja digandrungi tidak hanya oleh anak-anak saja tapi juga berbagai kalangan usia. Harga yang relatif murah dan ditambah lagi dengan warna-warna dan juga kemasan yang dibuat semenarik mungkin oleh si penjual membuat orang-orang semakin tertarik untuk membeli jajanan ini. Berikut ini adalah proses pembuatan arum manis :

Step 1 :

Bahan yang diperlukan untuk membuat arum manis sangatlah sederhana dan mudah didapatkan, yaitu cukup siapkan gula pasir yang sebelumnya sudah diberi pewarna makanan. Warna dari pewarna makanan akan membuat tampilan dari arum manis menjadi semakin menarik.



Step 2 :

Setelah itu masukkan  gula pasir yang sudah diberi pewarna makanan tadi kedalam bagian tengah mesin khusus pembuat arum manis yang berputar.



Step 3 :

Setelah dimasukkan kedalam mesin gula yang tadi akan meleleh dan berubah menjadi serabut halus yang menyerupai benang.



Step 4 :

Hal yang selanjutnya perlu dilakukan yaitu siapkan sepotong bambu sebagai pegangan arum manis, lalu gulung serabut halus dari arum manis tadi ke bambu yang sudah disiapkan hingga sesuai dengan ukuran yang diinginkan.



Step 5 :

Setelah dirasa cukup, kemas arum manis semenarik mungkin dan arum manis yang lezat pun akhirnya siap untuk dinikmati.


Lokasi   : Pantai Panjang Bengkulu
Kamera : Canon EOS 600D

Selasa, 04 April 2017

TUGAS FOTOGRAFI 4

Teknik Pengambilan Gambar Siluet
Lokasi : Pantai Panjang Bengkulu
Kamera : Canon EOS 60D


Teknik Pengambilan Gambar Freeze
Lokasi : Gang Juwita, Unib Belakang 
Kamera : Fujifilm XA-2

Selasa, 21 Maret 2017

TUGAS FOTOGRAFI 3

 Teknik Pengambilan Gambar Portrait
Lokasi : Curup
Kamera : Canon 550D


Teknik Pengambilan Gambar Kedalaman Ruang (DOF)
Lokasi : Anggut Atas Bengkulu
Kamera : Canon 550D


Teknik Pengambilan Gambar Landscape
Lokasi : Tapak Paderi Bengkulu
Kamera : Fujifilm XA-2 

TUGAS FOTOGRAFI 2

 Teknik Pengambilan Gambar Ruang/ Jarang Pandang
Lokasi : Sport Center  Bengkulu
Kamera : Canon EOS M3


 Teknik Pengambilan Gambar Back Ground
Lokasi : View Tower Bengkulu
Kamera : Fujifilm XA-2


 Teknik Pengambilan Gambar Low Speed
Lokasi : Simpang Lima Bengkulu
Kamera : Fujifilm XA-2


Teknik Pengambilan Gambar Fore Ground
Lokasi : View Tower Bengkulu
Kamera : Fujifilm XA-2

Selasa, 28 Februari 2017

TUGAS FOTOGRAFI 1




Bird Eye Angle
Lokasi : Pantai Panjang Bengkulu
Kamera : Canon D5200


Bird Eye Angle
Lokasi : Danau Mas Harun Bestari
Kamera : Canon 550D


Frog Eye Angle
Lokasi : Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu
Kamera : Canon D5200


Frog Eye Angle
Lokasi : Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu
Kamera : Canon 1100D


High Angle
Lokasi : Benteng Fort Malborough
Kamera : Canon D5200


High Angle
Lokasi : Gang Lurah, Unib Belakang
Kamera : Fujifilm XA-2


Low Angle 
Lokasi : Benteng Fort Malborough 
Kamera : Canon D5200


Low Angle 
Lokasi : Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu
Kamera : Canon EOS M3


 
Nama  : Rika Andriyani 
NPM   : D1E014020
Ilmu Komunikasi 
Universitas Bengkulu

Selasa, 29 Maret 2016

Surga Tersembunyi di Kota Bengkulu



Bengkulu merupakan salah satu provinsi yang terletak di pulau Sumatera yang "katanya" sangat terkenal dan identik dengan Bunga Rafflesia Arnoldi sebagai ikonnya. Sejarah juga turut mencatat beberapa peristiwa penting yang berkaitan dengan kemerdekaan Indonesia terjadi di kota ini, salah satunya adalah diasingkannya Presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno oleh pemerintah kolonial selama empat tahun yakni dari tahun 1938 hingga 1942. Selain itu beliau juga menikahi seorang gadis asli keturunan Bengkulu yaitu Fatmawati. Lalu ada juga Benteng Fort Malborough yang merupakan peninggalan bangsa Inggris ketika masa penjajahan dulu. Tapi dibalik itu semua apakah kota Bengkulu memang sudah seterkenal itu? Apakah Kota Bengkulu sudah dikenal secara luas oleh masyarakat Indonesia? Jika memang sudah sangat terkenal, mengapa masih saja ada orang-orang yang ketika kita menyebutkan “Kota Bengkulu” masih saja bertanya-tanya dipulau mana sebenarnya provinsi itu berada?

Seringkali ada anggapan bahwa Bengkulu merupakan kota yang tertinggal, bahkan pemberitaan mengenai Kota Bengkulu baru akan disiarkan secara luas melalui media nasional apabila ada bencana alam seperti halnya gempa bumi (yang memang sering terjadi menimpa kota Bengkulu) atau seperti kasus yang baru-baru ini terjadi yaitu  kebakaran yang menimpa Lapas Malabero. Anggapan seperti itulah yang seharusnya dihilangkan. Kota Bengkulu seharusnya dikenal luas bukan karena hal-hal yang berbau negatif tapi justru dari sisi positifnya. Baru-baru ini beberapa tempat wisata yang ada di Provinsi Bengkulu diliput kedalam salah satu program acara televisi. Beberapa tempat wisata itu diantaranya Air Tejun Sengkuang yang terletak di kabupaten Kepahiyang, Pulau Tikus, Pantai Zakat, dll. Hal tersebut menunjukkan bahwa sesungguhnya banyak sekali potensi yang bisa digali tidak hanya dari segi pariwisata tapi juga dari segi budaya, maupun sejarahnya. Tapi sangat disayangkan pengelolaan dan pengembangan potensi tersebut masih kurang dimanfaatkan dengan efekif. 

Salah satu contoh potensi parawisata yang masih kurang efektif pengelolaannya yang paling umum adalah Pantai. Seperti yang kita ketahui Kota Bengkulu terkenal akan keindahan pantai-pantainya yang tidak kalah ataupun bahkan mungkin jauh lebih indah bila dibandingkan dengan Pantai Kuta di Bali yang sudah sangat termahsyur hingga mancanegara. Kebetulan pada bulan november tahun 2015 yang lalu saya berkesempatan untuk mengunjungi Pantai Kuta Bali. Sebelumnya saya sangat antusias untuk mengunjungi pantai tersebut, tetapi setelah tiba disana saya merasa sedikit (hanya sedikit) kecewa karena apa yang saya ekspektasikan sedikit berbeda dari realita yang ada. Sebelumnya saya mengira bahwa Pantai Kuta sama bagusnya seperti apa yang biasanya saya lihat ditelevisi, tapi ternyata apa yang ditampilkan ditelevisi itu hanyalah berdasarkan pada apa yang ingin diperlihatkan kepada pemirsanya saja (hanya hal yang bagus-bagus saja). Menurut pandangan pribadi saya, jika di bandingkan dengan Pantai Kuta sebenarnya Pantai Panjang jauh lebih indah. Hal tersebut dikarenakan Pantai Panjang memiliki pesonanya sendiri yaitu pasirnya yang putih dan lembut. Jika memang demikian mengapa Pantai Kuta Bali yang sebenarnya tidak jauh lebih  bagus dari Pantai Panjang itu bisa begitu terkenal sedemikian rupa hingga ketelinga para turis asing di mancanegara? 

Sebenarnya, jika dikelola dengan baik Pantai Panjang  juga bisa menyusul ketenaran dari Pantai Kuta. Pantai Kuta bisa lebih unggul dikarenakan pihak dari pengelola dan masyarakatnya sendiri bisa bekerja sama untuk mengelola berbagai sumber daya yang ada dengan sangat apik. Pantai tersebut di promosikan sedemikian rupa sehingga bisa menarik minat para wisatawannya. Untuk Kota Bengkulu sendiri kepedulian masyarakat jangankan untuk ikut mengelola dan mengembangkan berbagai potensi-potensi wisata tersebut bahkan untuk menjaga pantai-pantai dan tempat- tempat lain yang ada sebagai potensi pariwisata masih sangat rendah. Hal tersebut terbukti dari banyaknya sampah-sampah yang berserakan disekitaran pesisir pantai, dan yang lebih mirisnya lagi sampah- sampah tersebut justru berasal dari para pengunjung yang kebanyakan merupakan masyarakat Kota Bengkulu itu sendiri. Masyarakat yang mengunjungi pantai seringkali melupakan pentingnya menjaga kebersihan, padahal hal tersebut sangat berpengaruh karena apabila pantai-pantai tersebut bersih pastilah para wisatawan akan lebih tertarik untuk mengunjunginya. Selain itu banyak sekali tempat-tempat wisata yang disalah gunakan oleh masyarakat, seperti contohnya Benteng For Malborough. Kondisi dari situs peninggalan bersejarah itu juga sangat memprihatinkan. Benteng yang seharusnya berfungsi sebagai museum bersejarah dan dijaga dengan baik malah disalah gunakan dan bahkan ada banyak coret-coretan yang bisanya dilakukan oleh para pelajar ataupun masyarakat yang berkunjung kesana.

Selain itu Bali juga sangat terkenal dengan kekentalan dan keanekaragaman kebudayaannya. Masyarakat bali dikenal sangat menjujung tinggi, menghargai, menghormati, dan gencar untuk melestarikan serta mempromosikan kebudayaannya sehingga membuat para wisatawan ikut terbius dengan kesakralan dari kebudayaan itu sendiri. Sebenarnya Kota Bengkulu juga bisa menyusul keberhasilan Pulau Bali yang menjadi destinasi utama liburan para pelancong baik dari luar maupun dalam negeri. Jika Bali mempunyai adat istiadat dan kebudayaan yang kental, kita pun juga mempunyai keistimewaan tersebut. Seperti yang kita sama-sama ketahui, Bengkulu mempunyai sebuah upacara yang diadakan pada tanggal 1 hingga 10 Muharram setiap tahunnya yaitu upacara Tabot. Selain itu ada juga berbagai kerajinan-kerajinan unik dan makanan yang khas. Tapi seiring dengan perkembangan zaman dan kemodernisasian,  kesakralan dan esensi dari upacara tersebut kian memudar tiap tahunnya. Upacara Tabot yang dulunya sangat ditunggu-tunggu dan dianggap sakral, perlahan mulai dianggap biasa. Antusiasme masyarakat untuk menyambut upacara tersebut pun tidak seperti dulu lagi, hal tersebut terbukti dari jumlah masyarakat yang mengunjungi lokasi dimana upacara tersebut berpusat terliha kian menurun pada setiap tahunnya. 

Jika kita memang ingin memajukan dan menggali berbagai potensi yang ada di Kota Bengkulu ini, hendaknya kita sebagai masyarakatnya ikut bertindak. Memang akan muncul berbagai pernyataan seperti “Memangnya apa yang bisa kita lakukan? Toh kita cuma masyarakat biasa yang tidak punya kewenangan apa-apa, semua itu kembali lagi tergantung pada pemerintahnya.” Semua keputusan dan pengelolaan sumber daya dan potensi yang ada pada tiap-tiap daerah memang sudah merupakan kewenangan dari pemerintah tapi kita sebagai masyarakat  tidak bisa terus-terusan bergantung dan melimpahkan semuanya pada pemerintahan, toh apabila nantinya pemerintah sudah gencar-gencarnya melakukan pengelolaan untuk berbagai potensi tersebut akan tetap terasa percuma saja jika kita sebagai masyarakatnya masih tidak bisa menjaganya dengan baik. Itu artinya hendaknya baik masyarakat maupun pemerintah berusaha bersama-sama dan saling bahu membahu untuk membangun Bengkulu, bukannya malah saling salah menyalahkan satu sama lain.

Sebenarnya masih banyak sekali potensi-potensi yang bisa digali dari Provinsi Bengkulu, hanya saja kita sebagai masyarakatnya yang kurang pandai dan cermat dalam memanfaatkan berbagai potensi tersebut. Setidaknya jika kita memang masih belum bisa menjadi pelopor untuk sebuah perubahan yang lebih baik, marilah memulai dengan menjaga apa yang sudah ada dan bukannya malah menambah kerusakan. Pasti akan selalu ada jalan jika ada kemauan untuk merubah Kota Bengkulu menjadi lebih baik lagi.

Jumat, 18 Desember 2015

INQUIRY PROCESSES

Inquiry processes atau proses penyelidikan merupakan  proses pengembangan pengetahuan melalui penelitian dan membangun teori. Suatu hasil teori dari proses yang berkelanjutan yang melibatkan penelitian dan penyempurnaan  dari teori. Proses umum penyelidikan, cabang penyelidikan, penelitian dan kerja publikasi yang para ahli melakukan, komunitas keilmuan, dan proses teori pengembangan semua berkontribusi untuk memahami sifat penyelidikan.

Sifat Penyelidikan

Ketika para sarjana mencoba untuk menjawab pertanyaan dengan cara yang sistematis, mereka ikut terlibat dalam penyelidikan. Ada banyak variasi dari penyelidikan , tapi semuanya mengikuti tiga rangkaian proses yaitu mengajukan pertanyaan, membuat observasi, dan membentuk teori.
 
Pada dasarnya, semua pertanyaan dimulai dengan pertanyaan yang menarik. Apa yang ingin kita ketahui?  Pertanyaan dari definisi mencari klarifikasi pada konsep yang menggambarkan satu hal. -apa ada sesuatu yang dan apa yang tidak. Pertanyaan fakta bertanya tentang sifat, hubungan, dan karakteristik. Pertanyaan2 ini membentuk dasar untuk pengamatan bagaimana hal muncul dalam pengalaman kita. Pertanyaan dari nilai melihat keindahan, kegunaan, atau etika serangkaian ide, pengalaman, atau praktek.

Pertanyaan menentukan jenis pengamatan untuk melakukan, dan ada banyak variasi
observasi. Beberapa peneliti melihat perilaku, beberapa di perasaan dan pikiran yang dilaporkan sendiri, dan beberapa di catatan dan wacana. peneliti mungkin melakukan pengamatan langsung, dengan melakukan eksperimen, dengan menggunakan alat, dengan berbicara kepada orang-orang, atau dengan membaca hati-hati dan analisis.
Bagian ketiga dari penyelidikan adalah membentuk jawaban pertanyaan, yang benar-benar proses berteori. Peneliti hati-hati menganalisis pengamatan mereka, menginterpretasikan apa yang mereka maksudkan, dan menggambarkan atau menjelaskan apa mereka melihat untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka. Setelah pola menjadi situasi di jelas, tentatif teori dapat dibuat.
 
Tiga bagian dari penyelidikan-pertanyaan, pengamatan, dan teori-sangat erat terikat pada satu lain dengan cara melingkar. Pertanyaan menuntun pengamatan, pengamatan membentuk dasar dari teori-teori membantu pengamatan struktur, dan teori-teori dan pengamatan mengusulkan pertanyaan baru.
Ilmu Pengetahuan, Kemanusiaan, Sains Sosial

Tiga cabang keilmuan utamanya berkontribusi dalam teori komunikasi. Berikut adalah ilmu pengetahuan, kemanusiaan, dan ilmu sosial. Ilmu pengetahuan adalah cabang ilmu yang sebagian besar bergantung pada objektivitas, standarisasi, dan kuantifikasi. Penelitian ilmiah harus dapat direplikasi, yang berarti bahwa semua pengamat menggunakan metode yang sama harus datang dengan hasil yang sama. Para ilmuwan berasumsi dunia berpotensi dapat diobservasi dan bergantung pada metode menemukan struktur ini. Oleh karena itu ilmu sebagian besar tertarik pada alam.
Kemanusiaan adalah cabang pengetahuan terkait dengan subjektivitas, atau interpretasi individu. Peristiwa dapat dipahami dalam berbagai cara, dan para ahli mencoba untuk membangun interpretasi yang masuk akal atau berguna dalam menjawab beberapa jenis pertanyaan. Sementara ilmu pengetahuan berkonsentrasi pada apa yang "luar sana" di dunia, kemanusiaan mengedepankan apa yang "di sini" dengan interpreter. Kemanusiaan juga berhubungan dengan pengalaman manusia dan produk manusia seperti sastra, sejarah, dan filsafat, di mana seni rupa, pengalaman, dan nilai-nilai yang dipertaruhkan.
Meskipun sering dianggap ilmu pengetahuan, dalam kenyataannya ilmu-ilmu sosial berbaur aspek ilmu pengetahuan dan kemanusiaan. Karena kehidupan sosial manusia adalah
obyek ilmu sosial, baik objektivitas dan subjektivitas disertakan. Ilmuwan sosial yang percaya bahwa perilaku sosial dapat diamati secara obyektif menekankan aspek ilmiah dari cabang ini; orang-orang yang percaya bahwa subjektif individu Tanggapan adalah kunci menekankan pada metode humanistik. Bahkan, banyak dari ilmu sosial menggabungkan kedua-Pengamatan tujuan pola, diikuti oleh interpretasi subjektif dari pola-pola ini.
Beberapa ahli mempelajari alam, biologi, dan aspek perilaku komunikasi, dan mereka menggunakan metode ilmiah untuk melakukannya. Para peneliti ini akan merasa cukup nyaman mencirikan diri mereka sebagai "ilmuwan." Peneliti lain yang lebih tertarik wacana dan media dan melihat ini sebanyak sarjana sastra atau kritikus seni menganalisis artefak tertulis. Kelompok ini akan merasa cukup nyaman di dunia kemanusiaan. Menyadari bahwa disiplin manfaat komunikasi dari keberagamaan pendekatan, kebanyakan ahli di lapangan yang paling nyaman mengacu komunikasi
sebagai ilmu sosial.

Penelitian dan Publikasi 

Penelitian mengikuti jalan standar di akademik disiplin. Mulai dari titik rasa ingin tahu, yang ilmuwan mengupayakan penyelidikan sesuatu yang signifikan di hidupnya sendiri, sesuatu yang dipelajari sebelumnya dalam literatur, topik pembicaraan dalam kelompok para ahli, atau pertanyaan yang diajukan oleh siswa. Karena sebagian para ahli memiliki gelar canggih mereka dapat memulai jalur kerja bersama disertasi atau pekerjaan lain mulai di sekolah pascasarjana.
 Inquiry tidak pernah proses tersendiri tetapi sangat bergantung pada interaksi dalam komunitas ilmiah. 

Seringkali profesor bekerja pada ide-ide dengan siswa dikelas atau bersama mahasiswa pascasarjana yang tertarik pada materi yang sama. Para peneliti kerap memperbaiki ide-ide mereka dalam makalah konvensi dipresentasikan kepada kelompok dari rekan-rekan di pertemuan dan kemudian diajukan untuk publikasi, biasanya dalam jurnal akademik.
Pengulas memberikan masukan tambahan yang dapat membantu memperbaiki pertanyaan, pengamatan, dan teori-teori. Memang, proses review diantara sesama sangat penting untuk kemajuan penyelidikan di segala bidang. Seringkali makalah yang dikritik publik oleh responden panel konvensi dan kemudian oleh komentator jurnal yang membaca dan kritik naskah untuk kemungkinan publikasi.

Dalam dunia penelitian dan teori, dua bentuk publikasi dinilai paling-artikel jurnal dan buku ilmiah. Sebuah artikel jurnal dapat ditampilkan dalam salah satu dari sejumlah peer-review jurnal nasional dan regional.
Banyak jurnal  mempublikasikan artikel yang relevan untuk penyelidikan komunikasi, termasuk Communication Theory yang diterbitkan oleh The  International  Communication Association. Dalam daftar panjang  jurnal yang dianggap prestigius, misalnya  Human Communication  Research, Critical Studies in Media Communication, and Communication Monographs. Hanya artikel terbaik yang dipublikasikan di jurnal ini tinggi, outlet ini menampilkan penelitian terkemuka dan Teori pada saat tertentu di lapangan. Para peneliti berlangganan paper atau versi online dari jurnal yang paling relevan dengan pekerjaan mereka sendiri dan mengandalkan ini untuk memberikan informasi tentang kemajuan terbaru di bidang yang merupakan  minat mereka.

Tidak ada pengganti peer review yang ketat. Evaluasi penyelidikan sangat subjektif, dan konsensus masih alat ukur utama kualitas di lapangan studi. Para peneliti yang tidak setuju tentang apakah baris tertentu dari penelitian dan teori pembangunan layak, jadi, setidaknya dalam ilmu sosial, pembentukan konsensus universal adalah mustahil. Ini mungkin dan sesuai, namun, untuk menanyakan apakah jalur kerja memiliki kredibilitas dalam tertentu komunitas para ahli. Garis penyelidikan dan menghasilkan teori dinilai umumnya menarik, berguna, atau berlaku dari waktu ke waktu menjadi standar untuk para ahli yang terlibat dalam bidang-bidang kerja.


Karya ilmiah banyak diterbitkan dalam bentuk monografi yang lebih besar, biasanya dalam buku-buku akademis diterbitkan oleh universitas dan press akademik. Memang, banyak teori penting komunikasi telah keluar dalam bentuk ini. Umum dan membantu jenis lain dari buku terdiri dari volume yang diedit dari beberapa bab yang terkait dengan topik. Editor buku mengundang berbagai para ahli terkenal untuk menulis bab pada pekerjaan mereka sendiri, dan ringkasan ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa dan peneliti untuk mendapatkan rasa dari keadaan seni dalam kaitannya dengan topik yang dibahas oleh buku. 
Komunitas Peneliti
 
Meskipun proses yang diuraikan dalam bagian sebelumnya hampir universal, mereka percaya kompleksitas dan variasi pekerjaan dalam bidang seperti komunikasi. Rincian penyelidikan bervariasi secara signifikan dari satu kelompok para ahli yang lain. Pada bagian ini, tiga baris perbedaan yang membedakan antara tradisi penyelidikan dalam komunikasi dikaji.
Perbedaan Fokus
 
Baris pertama dari perbedaan berkaitan dengan benda-benda di mana peneliti-teori memilih untuk fokus. Biasanya, terdiri dari tiga yaitu-individu, hubungan sosial, dan teks. Seorang ilmuwan yang menentukan dalam skala besar apa yang dia amati, dan ini terutama ditentukan oleh hal-hal yang peneliti anggap yang paling menarik.
Beberapa tertarik dengan perilaku manusia individu dan fokus pada komunikator individu. Para peneliti ini ingin tahu tentang mengapa orang berperilaku seperti yang mereka lakukan; bagaimana orang berpikir; dan bagaimana pikiran, perasaan, dan emosi berhubungan dengan tindakan. Pertanyaan semacam ini sebagian besar terdiri dari penelitian berdasarkan pengamatan dan pengukuran perilaku. Berorientasi secara individu sarjana komunikasi menghabiskan banyak waktu mengklasifikasikan perilaku dalam jenis-jenis dan membangun hubungan kausal antara berbagai anteseden dan hasil perilaku. Teori sifat yang memberikan tipologi perilaku individu memberikan contoh yang baik dari pekerjaan semacam ini.
Beberapa sarjana lebih tertarik pada pola interpersonal interaksi dan hubungan antar individu. Berikut fokusnya adalah pada hubungan antara individu, tidak begitu banyak pada perilaku individu itu sendiri. Pekerjaan tersebut sering amati diad, kelompok, organisasi, dan komunitas. Para peneliti ini melihat berbagai jenis hubungan, mengamati pola saling
perilaku, dan mencari koneksi sistem. Memang, tubuh bekerja dalam teori relasional menggambarkan fokus ini.
Fokus ketiga dalam penyelidikan komunikasi adalah teks ordiscourse. Meskipun bentuk nonverbal dapat menjadi semacam teks, fokus ini biasanya terdiri dari bahasa dan pesan. para ahli seperti melihat apa yang orang katakan dan bagaimana pesan yang digunakan dalam situasi praktis. Banyak teori dari hasil komunikasi dari fokus ini. Salah satu contohnya adalah analisis percakapan, yang menjelaskan bagaimana orang mengatur pembicaraan mereka melalui serangkaian putaran.
Perbedaan Metode

Penelitian juga berbeda dalam hal bagaimana pengamatan dibuat. Untuk beberapa, observasi adalah masalah pengukuran yang objektif, dan untuk orang lain itu adalah interpretasi subjektif. Perbedaan ini mencerminkan perbedaan yang dibuat sebelumnya dalam entri ini antara sains dan humaniora. Ini adalah perbedaan dalam cara sarjana bekerja dan apa yang dianggap sebagai data dalam penelitian mereka. Data harus bersifat kuantitatif dan objektif, atau harus itu membaca kualitatif atau penilaian dari situasi atau teks? Apakah sarjana mengandalkan instrumen yang mendeteksi beberapa kualitas, atau sarjana dirinya sendiri instrumen? Semua peneliti mengakui bahwa beberapa penafsiran diperlukan, tetapi mereka tidak setuju tentang cara utama interpretasi adalah untuk proses penyelidikan. Wawancara sering digunakan sebagai sumber data dalam penelitian komunikasi. Berikut peneliti meminta subjek pertanyaan tentang pengalaman mereka dan kemudian menafsirkan kualitatif (tidak kuantitatif) respon mereka
.
Sebagai contoh, banyak penyelidikan komunikasi interpersonal bergantung pada eksperimen di mana kondisi pengujian yang didirikan di laboratorium dan hasil pengukuran yang dilakukan untuk mengidentifikasi pola kausal dalam berbagai situasi interpersonal. Di sisi lain, banyak penelitian  media yang bergantung pada pemeriksaan hati-hati dan interpretasi dari lingkungan media.
Perbedaan Nilai

Penelitian membagi sepanjang baris ketiga serta-sejauh mana para ahli mengungkapkan nilai-nilai mereka dalam pekerjaan mereka. Dua sekolah umum menangkap titik fraktur ini. Yang pertama adalah pendekatan umum deskriptif, di mana peneliti bertujuan untuk menggambarkan dan menjelaskan apa yang diamati tanpa komentar evaluatif; yang kedua adalah penting menyatakan apa yang baik dan / atau buruk tentang apa yang diamati. Pendekatan deskriptif melihat dirinya sebagai netral dalam observasi, sedangkan pendekatan kritis proyek perspektif tegas politik. Sebagian akademisi saat ini tidak akan mengklaim bahwa beberapa pekerjaan secara obyektif netral dan pekerjaan lain adalah nilai-sarat, tapi malah mengakui bahwa tidak semua para ahli mengakui nilai-nilai mereka secara eksplisit. Perhatikan perbedaan, misalnya, antara etnografi, yang bertujuan untuk menggambarkan pola budaya, dan etnografi kritis, yang bertujuan untuk melemparkan cahaya pada struktur yang menindas dalam pola budaya tertentu.
Penelitian Seiring Dengan Waktu
 
Penelitian adalah sebuah proses, yang berarti bahwa itu adalah dinamis. Para peneliti tidak hanya melakukan satu penyelidikan atau studi tunggal untuk menemukan kebenaran dari masalah dan kemudian pindah ke subjek baru. Sebaliknya, mereka terus berkembang pekerjaan mereka melalui penyelidikan yang sedang berlangsung yang memurnikan pertanyaan, observasi, dan pernyataan teoritis. Anda dapat melihat ini dengan jelas dalam penelitian / teori sastra dalam setiap aspek lapangan. Ide berubah, yang mengarah ke penelitian segar dan cara berpikir yang baru tentang subjek. Dengan demikian, pengetahuan dalam area topikal tumbuh dan perubahan melalui penyelidikan yang sedang berlangsung. Perubahan ini terjadi dalam beberapa cara.
Yang pertama adalah pertumbuhan inkremental. Berikut pengetahuan ditambahkan sepotong demi sepotong. Seiring waktu, lebih banyak pertanyaan diminta, lebih pengamatan yang dibuat, dan teori memperluas jumlahnya, masing-masing membantu untuk menjelaskan aspek yang berbeda dari proses. Teori-teori ini tidak benar-benar kompetitif, tetapi masing-masing menawarkan sedikit berbeda yang menambah bagaimana kita dapat memahami topik. Dalam pertumbuhan inkremental, pengetahuan memperluas sepotong demi sepotong. Teori sikap adalah contoh yang baik dari pertumbuhan inkremental. Dari 1940-an hingga 1970-an, pemahaman sikap dan perubahan sikap tumbuh secara bertahap sebagai para ahli dipahami lebih banyak tentang sikap.
Cara kedua di mana perubahan basis pengetahuan adalah melalui pertumbuhan perkembangan. Berikut teori individu menjadi semakin halusdan tidak rewel. Mereka meningkat dari waktu ke waktu dalam kekuasaan mereka, validitas, dan utilitas. Sebuah teori yang dimulai sebagai ide mengembang sederhana dan tumbuh untuk menjelaskan lebih variabel dan memberikan gambaran yang lebih lengkap dari topik. Teori manajemen terkoordinasi makna adalah contoh yang baik. Dimulai dengan satu set yang relatif kecil dari konsep, teori telah dikembangkan selama bertahun-tahun untuk menyertakan berbagai ide-ide yang memperluas teori ini kegunaan untuk menjelaskan banyak fenomena komunikasi.
Cara ketiga perubahan development.The kanonik canon terdiri dari garis-garis utama dari kerja dan menghasilkan teori pada waktu tertentu. Kanon, atau mengatur teori dalam mode, mengungkapkan keadaan pengetahuan selama periode ini dalam sejarah lapangan. Tetapi perubahan kanon sebagai teori-teori baru mengakui dan yang lama menurun. Dengan demikian perubahan pengetahuan sebagai perubahan canon. Media efek studi menawarkan contoh sempurna dari pengembangan kanonik. Setelah dibatasi untuk teori bagaimana media mempengaruhi penonton, kanon telah bergeser beberapa kali selama bertahun-tahun untuk (a) bagaimana khalayak menggunakan dan media mempengaruhi, (b) bagaimana media membuat komunitas, dan (c) bagaimana media menjadi pribadi dan sosial alat.
Tentu saja, pengetahuan biasanya perubahan di semua tiga cara secara bersamaan. Ketiga proses diambil bersama-sama mencirikan peristiwa biasa saja, tapi kadang-kadang penemuan baru mengganggu ini normal perubahan dengan menggeser seluruh perspektif tentang bagaimana kita melihat materi pelajaran. Ini adalah perubahan dengan revolution.After periode stabilitas di mana pengetahuan tumbuh secara bertahap, perkembangan, dan kanonis, seluruh kursus ini peristiwa dipertanyakan, mungkin dengan baris baru penyelidikan, yang memerlukan transformasi lengkap dalam berpikir. Hal ini terjadi dalam teori kritis. Selama sebagian besar abad ke-20, teori kritis didasarkan pada ide-ide Marxis, yang sudah ada sebelumnya posisi struktur sosial menindas terikat erat ke kelas dan ekonomi. Namun, menjelang akhir abad ini, kajian budaya mulai melihat lebih dekat bagaimana struktur yang menindas berubah dan berkembang dalam perjuangan kekuasaan yang dinamis antara masyarakat, yang mengubah sifat kritik sosial.
 Stephen W. Littlejohn